Thursday, September 07, 2006

Membendung Arus Kristenisasi

Membendung Arus Kristenisasi:
(Upaya Antisipasi Gerakan Kristenisasi di Indonesia)

Selain menghadapi serangan sekularisme, pluralisme dan liberalisme, Indonesia juga menghadapi bahaya "Kristenisasi". Tidak bisa dinafikan bahwa umat Islam Indonesia sedang menghadapi ‘serangan akidah’ yang luar biasa.
Indonesia benar-benar mendapat ‘prioritas utama’ sebagai lahan ‘Injilisasi dunia’. Syeikh Muhammad al-Ghazali, dalam bukunya Shaihah at-Tahdzîr min Du‘ât at-Tanshîr, mengutip satu tulisan di koran ar-Râyah (Qatar) dengan judul: "مـــاذا فى إنـــدونيسيا..؟"

Artikel tersebut ditulis dalam bahasa Inggris oleh Ahmed Deedat yang dimuat dalam edisi X dalam koran al-Burhân pada tahun 1410 H/Juni 1990 M yang dikeluarkan oleh Pusat Dakwah Islam di Afrika Selatan. Artikel tersebut diterjemahkan oleh Dr. Darwisy Musthafa al-Fârr, direktur Museum Nasional di Qatar.

Tulisan Ahmed Deedat di atas mengupas fenomena Kristenisasi yang terjadi di Indonesia. Salam satu pernyataan Deedat adalah, agama Katolik yang mencapai 5 milyar di Indonesia menganggap kunjungan Paulus ke Indonesia merupakan sebuah kesempatan besar untuk merayakan ‘Perkumpulan Gereja Indonesia‘ pada tanggal 31 September 1979. Dalam kesempatan itu, umat Kristen menandatangani satu kesepakatan: yang menggambarkan satu strategi yang ingin merubah Indonesia sampai tahun 2029 menjadi Kristen seluruhnya. Gerakan ini mereka sebut dengan ‘Amaliyah al-Isti'shâl (Operasi Pembasmian).

Menurut Muhammad ‘Abd al-Halîm ‘Abd al-Fattâh, bukan rahasia bahwa negara terbesar berpenduduk muslim di dunia, Indonesia –190.000.000—lebih dari 90 % muslimin –sekarang ini menjadi sasaran ‘invasi Kristenisasi’....
Dua pandangan di atas berasal dari luar (outsider) di atas, mengindikasikan bahwa Indonesia benar-benar dalam kondisi ‘bahaya’. Pandangan dari dalam (insider) tidak perlu disebutkan, karena sudah jelas dan konkret. Berbagai buku, koran, majalah, berita, dsb. sudah banyak yang berbicara tentang Kristenisasi. Bukankah itu merupakan bukti konkret dari gerakan Kristenisasi di sana?

Dalam bukunya Sejarah Gereja, seperti yang dikutip oleh Hussein Umar, Dr. Berkhof menggambarkan Indonesia sebagai berikut:
"Boleh kita simpulkan, bahwa Indonesia adalah suatu daerah Pekabaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit Firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 13 juta lebih, akan tetapi jangan kita lupa....di tengah-tengah 150 juta penduduk! Jadi tugas zending gereja-gereja muda di benua ini masih amat luas dan berat. Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, yang perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum muslimin yang besar, yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan Injil. Apalagi bukan saja rakyat jelata, palisan bawah, yang harus ditaklukkan untuk Kristus, tetapi juga dan terutama para pemimpin masyarakat, kaum cendikiawan, golongan atas dan tengah."

Itulah Indonesia dalam deskripsi Dr. Berkhof. Ia merupakan ‘sasaran empuk’ para Evanglist (‘Penginjil’): tempat ‘berjuang’ para pahlawan Injil dalam menanamkan Injil di tengah-tengah umat Islam. Misi Kristenisasi di Indonesi bukan hanya ‘isapan jempol’ belaka. Ia sudah berjalan sejak kedatangan Belanda.
Mengutip Encyclopaedie van Nederlandsche Indie I, hal. 67, Deliar Noer mencatat, sebagai pihak yang ingin berkuasa di Indonesia, ada dua pandangan yang dapat diungkapkan untuk melestarikan kekuasaan kolonial.

Pertama, adalah "asosiasi", yakni bagaimana mengembangkan kebudayaan barat sehingga diterima sebagai kebudayaan rakyat Indonesia, walaupun tanpa mengesampingkan kebudayaan lokal sendiri. Tujuannya adalah untuk mengikat "jajahan itu lebih erat pada penjajah dengan menyediakan bagi penduduk jajahan itu manfaat-manfaat yang terkandung dalam kebudayaan asal (penduduk)".
Pandangan ini dipromosikan oleh Hurgronje, yang melalui karangannya, Nederland en de Islam, mengatakan, "Pemecahan masalah yang sebenarnya dan satu-satunya yang merupakan pemecahan tentang masalah Islam itu terletak pada asosiasi Islam (yang terdapat dalam jajahan Belanda) dengan orang-orang Belanda." Menurut Hurgronje, pada akhirnya, politik asosiasi itu akan memudahkan kerjaan misi Kristen.

Kedua, adalah "Kristenisasi", yakni bagaimana mengubah agama penduduk, yang Islam maupun yang bukan Islam, menjadi Kristen. Misi (Kristen) itu sendiri berpendapat bahwa bila pandangan pertama (asosiasi) tadi dapat dipenuhi, maka mereka sendiri pun "akan lebih dapat mengusahakan agar mereka lebih diterima penduduk yang dari segi kebudayaan itu telah berasimilasi". Sebaliknya, pertukaran agama penduduk menjadi Kristen, menguntungkan tanah air (negeri) Belanda pula oleh karena penduduk pribumi, yang mengenal eratnya hubungan agama dengan pemerintahan, setelah masuk Kristen akan menjadi warga-warga loyal lahir batin bagi kompeni, sebutan yang diberikan kepada administrasi Belanda itu.Masyarakat Misi Belanda (Dutch Mission Society) yang berdiri tahun 1847 memprioritaskan kerja missionaris ke Indonesia, karena negara yang masyarakatnya sangat bersahabat itu terbukti sulit "ditembus" misi Kristen. Faktor Islam dituding sebagai penyebab kesulitan masuknya misi Injil ke Indonesia.

Hendrik Kraemer, seorang missionaris yang ditugaskan Masyarkat Al Kitab Belanda (Dutch Biblical Society) untuk bekerja di Indonesia tahun 1921, menggambarkan kesulitan mengkristenkan kaum muslim, melalui ungkapannya:
"Islam sebagai masalah misi: tidak ada agama yang untuk (mengkonversi)-nya misi harus membanting tulang dengan hasil yang minimal, dan untuk menghadapinya misi harus mengais-ngaiskan jemarinya hingga berdarah dan terluka, selain Islam. (Dia lanjutkan lagi) Yang menjadi dari Islam adalah: meskipun sebagai agama kandungannya sangat dangkal dan miskin, Islam melampaui semua agama di dunia dalam hal kekuasaan yang dimiliki, yang dengan itu agama tersebut mencengkeram erat semua yang memeluknya."
Samuel M. Zwemmer dalam bukunya The Law of Apostasy in Islam, memandang bahwa alasan terpenting sulitnya mengkonversi seorang muslim menjadi Kristen adalah adanya hukum murtad (riddah). Islam, katanya, adalah "seperti sebuah jebakan yang licik, mempermudah siapa saja yang masuk ke dalam persaudaraan kaum muslim, dan sangat sulit bagi siapa saja yang sudah menyatakan memeluknya untuk menemukan jalan keluar."

Oleh sebab itu, upaya pengkristenan itu dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) memasukkan orang ke agama Kristen, dan (2) mengeluarkan orang Islam dari agamanya, walaupun dia menjadi atheis. ‘‘Tujuan kita tidak langsung mengkristenkan umat Islam, karena hal ini tidak akan sanggup kita laksanakan. Tetapi tujuan kita adalah menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam. Ini yang harus kita capai walaupun mereka tidak bergabung dengan kita,’’ kata Zwemmer.

Pesan Paulus untuk Kristenisasi Dunia
Paus John Paul II, merupakan Paulus yang cukup benci terhadap Islam. Dalam sebuah imbauan bertajuk: "POPE CALLS ON CATHOLICS TO SPREAD CHRISTIANITY", ia mengeluarkan fatwa gerejani agar kaum Katolik mengambil tindakan untuk menyerbarkan ajaran Katolik. Ia menegaskan pentingnya melakukan Kristenisasi terhadap semua bagian dunia (to evangelise in all parts of the world), termasuk negeri-negeri dimana hukum Islam melarang perpindahan agama. Sri Paus menekankan agar negeri-negeri Islam, demikian juga negara-negara lainnya, segera mencabut peraturan-peraturan yang melarang orang Islam memeluk agama lain. Tanpa menyebut nama negara secara langsung, Sri Paus menyinggung negara-negara di kawasan Timur Tengah, Afrika dan Asia dimana para missionaris ditolak kehadirannya. Kepada mereka Paus menyerukan: "Bukalah pintu untuk Kristus!" (Open the doors to Christ!).

Paulus beralasan bahwa gereja Katolik merupakan satu-satunya yang dapat memimpin seluruh bangsa. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah imbauan Rasuli-nya yang berjudul ‘Tuhan Yesus’ yang dikeluarkan pada 6 Agustus 2000 ia menyatakan: "Universalitas Yesus merupakan sebuah kemestian dan hanya Gereja Katolik yang dapat memimpin seluruh bangsa."

Oleh karena itu, dalam imbauan keenamnya untuk para uskup Perancis pada tanggal 7 Februari 2004, dia menyatakan: "Merupakan satu kewajiban bagi setiap jemaah keuskupan untuk melakukan misi Kristenisasi dengan Injil dan dengan berbagai rutinitas ritual dalam melayaninya – Kristenisasi."

Peran politik yang dimainkan oleh Paus John Palulus II merupakan rahasia umum. Tidak seorangpun yang tidak mengetahui hal ini. Bahkan sebagian orang menggambarkannya sebagai ‘politik khusus Gereja Katolik’ yang perangkatnya adalah ‘‘Taktik Rasuli’’ yang diringkas oleh Paus dalam satu kata singkat: ‘La Reevangelisation du Monde’, (‘Rekristenisansi Dunia’). Inilah yang dia proklamirkan pada tahun 1982 di Camp Steel, di kota Shant Jacob, di Barat Laut Spanyol.

Metode Kristenisasi, Harus Diwaspadai!
Bahaya yang sedang ‘merongrong’ umat Islam – di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia –memang masalah murtad ini. Berbagai aksi dan operasi Kristenisasi dilakukan di mana-mana. Umat Kristen sangat berambisi untuk ‘menyebarkan Injil’ kepada umat Islam. Umat Islam menurut mereka adalah ‘domba-domba yang hilang dan tersesat’, maka ia harus dicari dan dikembalikan kepada ‘kandangnya’: Kristen. Sehingga, untuk menangkap para ‘domba tersesat’ itu, mereka menggunakan dan menghalalkan segala cara. Prinsip mereka adalah al-ghâyah tubarrir al-wasîlah. Hemat penulis, umat Islam harus waspada dengan cara-cara Kristenisasi, agar tidak ‘terjebak’ dan ‘tertipu’. Sekarang, cara-cara mereka sangat ‘canggih dan berbahaya’. Mereka tidak lagi menggunakan iming-iming ‘satu bungkus Supermie atau satu kilo beras plus ikan asin dan minyak goreng’. Tidak! Cara mereka sekarang semakin canggih. Di bawah ini, penulis hanya memaparkan beberapa contoh secara ringkas dan sederhana. Diantara metode Kristenisasi itu adalah sebagai berikut:

1. Membangun Berbagai Proyek Kristenisasi;
Di Indonesia sendiri, proyek Kristenisasi sejak lama sudah berjalan secara diam-diam, seperti Yayasan Doulos. Lama-kelamaan, kedok yayasan yang bergerak dalam aksi Kristenisasi ini pun terbongkar. Karena penduduk merasa resah dengan aktivitasnya, akhirnya diserbu dan dihancurkan.
Pada tataran dunia, organisasi Kristenisasi Dunia memiliki satu proyek yang disebut dengan Joshua Project 2000.
Joshua Project 2000 ini ditenggarai sebagai induk dari Doulos
Project 2000, umat Islam wajib mewaspadainya. Doulos 2000 Project = 10 Missionary Project =
• The Jericho 2000 Project – West Java
• The Karapan 2000 (Race 2000) Project – East Java
• The Mandau 2000 Project – West Borneo
• The Bajau-Bungku 2000 Project – South East Celebes
• The Cendrawasih 200 (Bird of Paradise) Project–
West New Guinea
• The Andalas 2000 Project – North Sumatra
• The Sriwijaya 2000 Project – Riau, Sumatera
• The Construction Project for House of Worship in
the rural areas
• The Provision of Bibles Project –in the tribal
language
• The Charity Activities Project.
Berbagai proyek Kristenisasi di atas sudah banyak menampakkan hasil, seperti di Jawa Barat dan Padang. Dengan demikian, proyek-proyek ini harus mendapat concern khusus dari para da‘i. Apalagi di pulau Sumatera ada dua proyek besar: The Andalas 2000 Project dan The Sriwijaya 2000 Project.

2. Mengobrak-abrik Kandungan Al-Qur’ân;
Cara ini sangat ampuh digunakan oleh para missionaris dan evangelist (penginjil). Hatta, di negara Arab sendiri, yang nota-bene berbahasa Arab, mereka menggunakan cara ini. Kasus terakhir adalah apa yang dilakukan oleh Dr. Anis Shorrosh lewat Al-Qur’ân ‘palsunya’, The True Furqan (al-Furqân al-Haqq). Itu dari segi pembuatan Al-Qur’ân. Dari sisi yang lain, berbagai bentuk ‘penyelewengan’ ayat-ayat Al-Qur’ân dan penafsirannya banyak juga dilakukan oleh umat Kristen. Saat ini, termasuk di Indonesia, istilah-istilah Al-Qur’ân dan teologi Islam sudah mulai disinkronkan dengan istilah-istilah Kristen, seperti Kalimah Allâh (‘Firman Allah’), Rûh Allâh (‘Roh Allah’) , tajassud, dsb. Tetapi, tujuan mereka adalah untuk mendukung ketuhanan Yesus Kristus. Menurut mereka, Al-Qur’ân sendiri menyebut Kristus Kalimah Allâh, Firman Allah dan ‘Roh-Nya’ (rûhun minhu). Tentu saja itu benar. Tetapi, konsep Kalimah (Firman) dalam Islam, berbeda dengan konsep Kristen. Dalam Islam, Kristus tercipta lewat Kalimah (Firman) Allah, ‘kun’, untuk menggambarkan satu kebesaran dan kekuasaan Allah. Juga, kata rûh dalam Islam, artinya: Yesus tercipta dari roh yang berasal dari Allah Swt. yang ditiupkan oleh malaikat Jibril ke dalam rahim Maryam.
Upaya merusak kandungan Al-Qur’ân memang sudah lama dilakukan. Sebelumnya sudah dikenal nama Hamran Ambrie. Lewat bukunya "Allah Sudah Pilih Saya" ia berusaha menyelewengkan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’ân untuk mendukung dogma Kristen. Sebagai contoh, dalam bukunya tersebut, halaman 3 baris 9 dari atas mengatakan:
"Qul ya ahlal kitabi lastum ‘ala syai-in hatta tuqiemut taurate wal injil wa ma unzila ilaikum min rabbikum"
"Katakanlah! Hai Ahli Kitab, kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Turat dan Injil, dan apa yang diturunkan kepadamu daripada Tuhamu!"
Ayat ini, bukanlah untuk pertam kali itu saya baca, melainkan sudah ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir itu, Allah telah membisikkan dalam roh –jiwa saya, bahwa yang dimaksud Taurat dan Injil dalam Qur'an itu, adalah Taurat-Injil yang ada terdapat dalam Alkitab atau Bibel sekarang.

Proyek Amran Hambrie – setelah dia wafat – diteruskan kembali oleh para pengikutnya, seperti pendeta Rivai Burhanuddin dan yang lainnya. Pendeta Rivai Burhanuddin, dari gereja Advent dalam bukunya ‘Persahabatan Ummat Allah’ juga memutarbalikkan ayat-ayat Al-Qur’ân. Contohnya, dalam bukunya tersebut, halaman I, dia menyatakan:
"......kitab Perjanjian Baru membuktikan kebenaran kitab Perjanjian Lama dan Quran membuktikan kebenaran kitab Perjanjian Lama dan kitab Perjanjian Baru itu."

Beberapa tahun terakhir juga muncul buku terjemahan Robert A. Morey yang mencoba mengacak-acak Al-Qur’ân. Lewat bukunya The Islamic Invasion (Islam Yang Dihujat), Morey menulis tentang ‘Al-Qur’ân dan Kekerasan’. Ia menyatakan:
"Jangan sampai ada yang heran jika mengetahui agama Islam tidak saja mengesahkan dan mengabsahkan tindak kekerasan akan tetapi justru dalam keadaan tertentu malah memerintahkan tindak kekerasaan. Di dalam Al-Quran, Qs 9:5 kaum muslimin diperintahkan sebagai berikut:
"Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dan apa yang harus dilakukan oleh kaum muslimin terhadap orang-orang yang menolak agama Islam? Kitab Al-Quran menyebutkan dalam QS 5:33 yang menyatakan:
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka, atau dibuang dari negeri mereka [tempat kediamannya]. Yang demikian itu [sebagai] suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akherat kelak mereka mendapat siksaan yang besar."

Di masyarakat Barat, hukuman-hukuman seperti memotong tangan dan kaki seseorang hanya gara-gara tidak mau menerima agama Islam, merupakan sesuatu yang tidak dapat dimengerti sama sekali."
Ungkapan Morey menunjukkan kebodohannya tentang isi Al-Qur’ân. Surat at-Tawbah yang dikutipnya jelas tidak memiliki makna seperti yang diklaimnya. Begitu juga dengan surat al-Mâidah [5]: 33. Padahal, umat Islam memiliki buku-buku tafsir yang menjelaskan tentang ayat tersebut. Khusus ayat kedua, itu berkaitan dengan ayat tentang qatl al-murtadd (hukum bunuh bagi yang keluar dari agama Islam).

Dr. ‘ImâdAs-Sayyid asy-Syarbaeny menjelaskan bahwa ‘memerangi’ Allah dan Rasul-Nya itu dilakukan dengan dua cara: pertama, lewat tangan dan kedua, lewat lisan. Orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya ‘dengan lisan’ terkadang ditafsirkan sebagai orang yang memerangi dengan cara ‘memotong jalan’ –dalam merampas harat orang lain– ini dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya sebagai penafsiran dari sabda Nabi Saw.: at-Târiku lidînihî al-mufâriq li al-jamâ‘ah."
Analogi Morey sangat ‘jauh panggang daripada api’ jika diplintir sampai ke Barat. Di Barat Islam tidak memaksa masyarakatnya untuk memeluk agama Islam. Apa yang diinginkan oleh Morey adalah merusak citra Islam. Seolah-olah Islam itu agama ‘Barbar’, hobi membunuh dan menyiksa orang.

3. Hipnotis dan Penyembuhan.
Modus operandi Kristenisasi lewat ‘hipnotis’ mungkin cara yang paling keji –di samping Germil dan pelaksanaan rutinitas ritual umat Islam –, yang dilakukan oleh para penginjil dan missionaris. Ternyata, cara seperti ini telah dicanangkan sejak Konferensi Colorado, Amerika Serikat pada tahun 1987.
Cara keji seperti ini ditujukan kepada para wanita Muslimah, agar mereka memeluk agama Kristen. Fenomena ini sekarang bukan hal yang aneh alias asing. Berbagai peristiwa menjadi bukti bahwa cara keji ini benar-benar dipraktekan secara nyata. Di Indonesia, tidak sedikit wanita Muslimah yang –tiba-tiba– kesurupan, sampai menyebut-nyebut nama ‘Yesus Kristus’. Padahal, itu merupakan kesengajaan yang dibuat oleh para Pendeta, Penginjil dan aktivis Kristenisasi untuk mengelabui umat Islam. Ketika itu terjadi, mereka menawarkan ‘terapi lewat nama Yesus’. "Jika dia ingin sembuh, dia harus menyebut nama Yesus, mengakui Yesus sebagai Tuhan." Karena, menurut para penginjil yang melakukan hal tersebut, Yesus mampu mengusir ‘roh jahat’. Padahal itu merupakan tipu muslihat mereka. Itu merupakan cara mereka, agar umat Islam mengakui ‘ketuhanan Kristus’.

Fenomena yang lain, adalah apa yang dikenal dengan ‘Penyembuhan Atas Nama Yesus’. Fenomena ini sempat terjadi di beberapa daerah, seperti Jakarta dan Bandung.
Pengaruh pengobatan dengan cara demikian ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar sekali. Sehingga, menurut Dr. Sanihu Munir, apapun yang dikatakan oleh Pastor, Pendeta dan penginjil seakan-akan semuanya bisa terjadi. Kegiatan penyembuhan ini merupakan salah satu otoritas Gereja yang berusaha untuk tetap dipertahankan, walaupun lama-kelamaan kebohongannya makin terungkap.
Ada dua faktor yang nampaknya sulit bagi Gereja saat ini untuk mempertahankan peranannya sebagai pemegang otoritas penyembuhan atas nama Yesus:

1) Penemuan Bakteri, virus dan jamur serta senyawa kimia/fisik sebagai penyebab penyakit membuat orang sadar bahwa penyakit-penyakit seperti malaria, kusta, dan keracunan kimia bukan urusan para Pastor, Pendeta ataupun penginjil untuk disembuhkan atas nama Yesus. Apalagi orang-orang yang buta karena penyakit kusta atau lumpuh karena penyakit polio. Walaupun disebut-sebut nama Yesus 7 hari 7 malam, mereka yang buta tidak akan melihat dan orang yang lumpuh tersebut tidak akan dapat berjalan. Bidang ini merupakan otoritas para dokter, dimana para Pastor, Pendeta dan penginjil tidak punya peran. Namun bagi orang-orang yang masih berpikir primitif, yang masih percaya kepada tahayul, masih mudah terpengaruh propaganda mereka.

2) Para ahli kedokteran jiwa sejak lama sudah mengungkapkan adanya hubungan antara jiwa seseorang dengan fisiknya. Dalam ilmu kedokteran dikenal istilah Psychophysiologic Disorder, yang oleh James C. Coleman, James N. Butcher dan Robert C. Carson, dalam buku merekai "Abnormal Psychology and Modern Life, 1984, didefinisikan sebagai "physical disorder in which psychological factors play major causative role". (Penyakit fisik, dimana faktor-faktor kejiwaan berperan sebagai penyebab utamanya.

Perananan kejiwaaan ini selanjutnya dijelaskan:
"An emotional upset may lower resistance to physical disease...the overall life situatuion of an individual has much to do with the onset of a disorder, it forms, duration and prognosis"
(Perasaan yang kalut dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit....situasi kehidupan seseorang secara keseluruhan sangat berkaitan erat dengan kejadian, jenis, lamanya maupun berkembangnya suatu penyakit).
Bagaimana langkah-langkah terjadinya penyakit fisik akibat gangguan psikologi diambarkan sebagai berikut:

a. Timbulnya kekalutan perasaan sebagai dampak dari situasi stres yang berlarut-larut;
b. Ketidakmampuan menanggulangi kekalutan perasaan ini;
c. Respon berbagai sistem orang tubuh terhadap gangguan perasaan yang berakibat rusaknya organ-organ tubuh tertentu, atau secara umum merobah dan melemahkan sistem pertahanan tubuh.

Sudah dapat dipastikan bahwa penyakit kejiwaan seperti itu, tidak membutuhkan nama Yesus. Bahkan, penyakit seperti itu dapat disembuhkan sendiri oleh otak si penderita berkata kesabaran hati dan kesediaannya bekerjasama untuk sembuh. Proses penyembuhan seperti ini dijelaskan oleh Mark R. Rosenzweig dan Arnold L. Leiman dalam buku mereka Physicological Psychology, halaman 6-7:
"Various regins of the brain do indeed contain naturally produced chemical that are now called endorphine, short of "endogenous morphine". Such compounds can relieve pain and in some case the are more effective than morphine."
(Di berbagai lokasi dalam otak ternyata mengandung zat kimia yang dihasilkan secara alami yang saat ini disebut endorphine, singkatan dari "endogenous morphine". Senyawa ini dapat menghilangkan rasa sakit dan dalam beberapa hal jauh leibh kuat dari morphin).

Ternyata para Pendeta, Pastor dan penginjil itu menipu masyarakat untuk melancarkan misi mereka.
Demikian pemaparan singkat seputar misi Kristenisasi ini, khususnya di Indonesia. Tentunya, pemaparan pemakalan masih sangat sederhana sekali. Sehingga masih membutuhkan tindak lanjut, agar lebih maksimal dan mendalam.
Arus Kristenisasi akan ‘semakin besar’ dan semakin membuat dakwah Islam di Tanah Air semakin berat. Bukan hanya Indonesia, dunia Islam secara keseluruhan sedangn menghadapi fenomena yang sama: Kristenisasi. Sebut saja, misalnya, Afrika, Sudan, Teluk (Gulf), dan yang lainnya.

Hemat penulis, umat Islam, khususnya di Indonesia, dapat membendung arus Kristenisasi ini lewat dua cara. Pertama, memperdalam ilmu-ilmu keislaman, terutama Tauhid, Al-Qur’ân, ‘Ulûm Al-Qur’ân dan dan tafsirnya, hadits dan ‘Ulûm al-Hadîts, dan Sirah Nabawiyah. Kedua, mempelajari kristologi secara intens dan mendalam, meskipun ia bukan fardhu ‘ain. Karena tidak dapat dipungkiri, pengetahuan terhadap dogma dan doktrin agama lain –khususnya Yahudi-Kristen–, dapat memberikan nilai plus bagi keyakinan agama sendiri. Karena, kebobrokan dan ketidakbenaran agama Yahudi-Kristen, hanya dapat diungkap secara komprehensif lewat kristologi. Selain itu, mendalami Kristologi, berarti umat Islam telah ‘mewarisi’ khazanah keilmuan para da‘i dan ulama salaf kita. Wallâhu a‘lamu bi as-shawâb.

*) Qosim Nursheha Dzulhadi adalah peminat Quranic Studies and Christology.

 

<<Kembali ke posting terbaru

3 Comments:

At 4:48 AM, Anonymous BLOGGER-WOMAN said...

mari ke www.indonesia.faithfreedom.org

ditunggu yah ;)

 
At 3:32 AM, Anonymous Anonymous said...

QURAN BERBEDA-BEDA

Sebagian dari tulisan ini diterjemahkan dari tulisan Sam Shamoun di Answering Islam yang berjudul Respons to 7 Wonders of Qur'an yang merupakan bantahan terhadap tulisan dari Dr. Jamal Badawi. Dr. Jamal Badawi adalah salah satu tokoh Apologetic Islam yang terkemuka di Amerika. Dia berpendapat ada 7 bukti (no. 2 – 8) tentang keajaiban Qur'an yang membuktikan bahwa Qur'an berasal dari Allah dan Muhammad adalah UtusanNya.
Beberapa materi ditambahkan disini agar tulisan lebih lengkap lagi.



Klaim-klaim terhadap keajaiban al-Qur'an tersebut adalah :



1. AL-QUR'AN TETAP SAMA DARI JAMAN MUHAMMAD HINGGA SEKARANG (tambahan)



Pendapat bahwa Al-Qur'an yang sekarang adalah sama persis dengan apa yang dibacakan oleh Muhammad SAW adalah klaim bohong. Klaim ini sengaja dibuat oleh ulama-ulama muslim dengan mengesampingkan laporan-laporan kuno dan sejarah perkembangan Al-Qur'an itu sendiri. Namun ada juga sumber kritis yang mau mengakui kebohongan klaim tersebut.



Sumber : http://www.submissi on.org/quran/ warsh.html



Are all the Arabic versions of the Quran the same ?

By Said Abdo and Khalil Uthman Detroit, Michigan, USA



These scholars were unaware of the true miracle of the Quran and therefore made up lies about the prophet and even claimed him miracles that he never performed. One of the famous misinformation spread by these scholars is that all the Qurans in the world are identical, and that it is free from any variation. This is not true and has nothing to do with God's promise in verse15:9. Although the Christian missionaries like to attack the Quran for such variations they only show their ignorance with the Quran and its miracle.



Pakar-pakar ini tidaklah menyadari akan keajaiban sebenarnya dari qur'an sehingga MEMBUAT KEBOHONGAN TENTANG NABI DAN MENGKLAIM ADANYA MUJIZAT YANG TIDAK PERNAH DILAKUKAN NABI. Salah satu PENYESATAN INFORMASI OLEH PAKAR-PAKAR INI ADALAH PERNYATAAN BAHWA QUR'AN DISELURUH DUNIA ADALAH SAMA, TIDAK ADA VARIASINYA SAMA SEKALI. INI TIDAKLAH BENAR dan tidak ada hubungannya dengan janji Allah dalam QS 15 : 9. Sekalipun misionaris Kristen menyukai untuk menyerang qur'an karena variasi bacaan tersebut, itu hanyalah menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang qur'an dan keajaibannya.



Berikut ini diberikan beberapa kutipan bahwa Al-Qur'an tidaklah sama sejak jaman nabi Muhammad SAW hingga tahun 1924 saat distandarisasi kesekian kalinya.



• PADA JAMAN NABI HIDUP, AL-QUR'AN TIDAKLAH SAMA

Kutipan dari :

Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur'an

DR Subhi As Shalih halaman 119



Diceritakan tentang percekcokan Umar bin Khatab dengan Hisyam bin Hakim sbb :



Pada suatu hari semasa Rasulullah masih hidup, aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca SURAH AL FURQAAN. Aku mendengarkan baik-baik bacaannya. Tapi tiba-tiba ia membaca BEBERAPA HURUF YANG TIDAK PERNAH DIBACAKAN RASULULLAH kepadaku sehingga hampir saja ia kuserang ketika ia sedang shalat. Akhirnya kutunggu ia sampai mengucapkan salam. Setelah itu kutarik bajunya. Aku bertanya kepadanya : "Siapakah yang membacakan surah itu kepadamu?". IA MENJAWAB, "RASULULLAH YANG MEMBACAKANNYA KEPADAKU." Kukatakan, "Engkau berdusta! Demi Allah, RASULULLAH TIDAK MEMBACAKAN SURAH ITU KEPADAKU SEPERTI KUDENGAR DARIMU." Hisyam bin Hakim lalu kuseret menghadap rasulullah dan aku bertanya, "Ya Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surah Al-Furqaan dengan huruf-huruf yang tidak engkau bacakan kepadaku ketika engkau membacakan surah Al-Furqaan kepadaku.!" Rasulullah menjawab, "Hai Umar, lepaskan dia. Hai Hisyam, bacalah." Hisyam kemudian membaca surah Al-Furqaan sebagaimana yang kudengar tadi. Kemudian rasulullah menanggapinya, "Demikian surah itu diturunkan." . Beliau melanjutkan, "Qur'an itu diturunkan dalam tujuh huruf, karena itu BACALAH MANA YANG MUDAH DARI AL-QUR'AN." (Sahih Bukhari VI, hal 185)



Jadi dari hadis diatas terlihat RASULULLAH MENDIKTEKAN SURAH AL-FURQAAN YANG BERBEDA kepada Umar dan Hisyam.



Ini jelas bahwa HAFALAN RASULULLAH TIDAK TEPAT.



Muslim biasanya berargumen bahwa perbedaan hanya sekedar perbedaan dialek. Inipun tidak tepat karena Umar dan Hisyam keduanya adalah ORANG QURAISH dan keduanya konon adalah mereka yang MENDENGAR LANGSUNG rasulullah mendiktekan ayat-ayat Al-Qur'an dalam dialek QURAISH.



Sumber :

Muqadimah Al-Qur'an

Bab Satu, halaman 25



Tugas panitia adalah membukukan al-Qur'an, yakni menyalin dari lembaran-lembaran yang tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini Usman menasihatkan supaya :

a. mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an

b. kalau ada pertikaian antar mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan dalam menurut DIALEK SUKU QUIRAISY, SEBAB AL-QUR'AN DITURUNKAN MENURUT DIALEK MEREKA



Yang sangat mungkin adalah hadis tentang 7 huruf adalah KEBOHONGAN KEMUDIAN untuk membenarkan adanya perbedaan bacaan tersebut sehingga ada alasan kalau HAFALAN RASULULLAH BERBEDA-BEDA SAAT MENDIKTEKAN KEPADA si A atau si B.



• SETELAH NABI MENINGGAL, AL-QUR'AN TIDAKLAH SAMA

Ini sangat jelas dari alasan Usman membuat satu standar Al-Qur'an yaitu karena ADANYA PERBEDAAN AL-QUR'AN ANTARA PENGIKUT IBN MAS'UD (PRAJURIT IRAK) DAN UBAY BIN KAAB (PRAJURIT SYRIA) sebagaimana dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman



Sumber :

Muqadimah Al-Qur'an

Bab Satu, halaman 25



Beliau ini ikut dalam pertempuran menaklukan Armenia dan Azerbaijan, maka selama dalam perjalanan dia pernah mendengar PERTIKAIAN KAUM MUSLIMIN TENTANG BACAAN BEBERAPA AYAT AL-QUR'AN ……..



Muslim akan berargumen perbedaan hanya dari segi dialek. Namun jelas perbedaan antara mushaf Ibn Mas'ud dan Ubay bin Kaab BUKAN PERBEDAAN DIALEK MELAINKAN PERBEDAAN ISI AL-QUR'AN.



Menurut laporan Suyuthi :

Suyuthi, al Itqan fi Ulum al Quran, vol 1 halaman 224, 226, 270-73



IBN MAS'UD MENOLAK MEMASUKKAN SURAH 1, 113 DAN 114, KARENA SURA-SURA TERSEBUT ADALAH DOA-DOA DAN MANTERA UNTUK MENGUSIR SETAN. Hal ini diperkuat dengan laporan dari al Razi, al Tabari dan Ibn Hajar



Sementara mushaf Ubay bin Kaab, mushaf Ibn Abbas, Abu Musa al Ashari dan Ali bin Abi Thalib justru ada penambahan 2 SURAH YANG UNIKNYA SEKARANG JUSTRU TIDAK ADA DI AL-QUR'AN EDISI KAIRO 1924.



Menurut laporan Suyuthi :

Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 hal 227, vol 3 hal 85



Dua surah yang bernama "AL-KHAL" DAN "AL-HAFD" TELAH DITULIS DALAM MUSHAF UBAYY BIN KA'B DAN MUSHAF IBN ABBAS, SESUNGGUHNYA ALI AS MENGAJAR KEDUA SURAH TERSEBUT KEPADA ABDULLAH AL-GHAFIQI, UMAR B. KHATTTAB DAN ABU MUSA AL-ASY'ARI juga membacanya.



Jadi jelas, setelah Muhammad SAW meninggal, mushaf-mushaf sahabat berbeda satu dengan lainnya.



• SETELAH DISTANDARISASI USMAN, AL-QUR'AN MASIH BERBEDA-BEDA.

Mushaf yang distandarisasi oleh Usman ditulis dalam bahasa Arab yang masih sangat sederhana, dimana :

1. Tidak ada tanda baca

2. Tidak ada indikasi huruf hidup

3. Tidak ada pembeda konsonan yang bersimbol sama (15 konsonan bisa dibaca menjadi 28 konsonan yang berbeda)



Karenanya tulisan mushaf Usman tersebut bisa dibaca dengan berbagai macam cara yang berbeda-beda. Tergantung penambahan huruf hidupnya dan penambahan titik diakritis terhadap konsonannya.

Akibatnya timbullah bermacam-macam variasi bacaan, maka lagi-lagi harus dilakukan standarisasi pasca Usman :



Dikutip dari Luthfi A dari Islamlib :

http://islamlib. com/id/page. php?page= article&id=447

Merenungkan Sejarah Alquran



Untuk mengatasi VARIAN-VARIAN BACAAN YANG SEMAKIN LIAR, pada tahun 322 H (944 M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. SETELAH MEMBANDING-BANDINGK AN SEMUA MUSHAF YANG ADA DI TANGANNYA, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni :

1. Nafi (Madinah)

2. Ibn Kathir (Mekah)

3. Ibn Amir (Syam)

4. Abu Amr (Bashrah)

5. Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah).

Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa "Alquran diturunkan dalam tujuh huruf."



Adanya perbedaan tulisan Al-Qur'an ini dilaporkan juga oleh seorang ulama yaitu ibn al-Nadim di tahun 988 M.



Sumber :

Fihrist, Ibn al-Nadim, halaman 79

Dalam buku Fihrist, Ibn Al-Nadim menuliskan daftar buku-buku kuno yang membahas tentang perbedaan antar manuskrip qur'an kuno sbb :



Buku Tentang Perbedaan Manuskrip (Qur'an)

• Perbedaan Antara Manuskrip Penduduk Madina, Kufa dan Basrah menurut al Kisai

• Kalaf, Buku Tentang Perbedaan Manuskrip

• Perbedaan antara Penduduk Kufa, Basra dan Siria tentang Manuskrip, karya al Farra

• Perbedaan Antar Manuskrip, karya al Sijistani

• Al Mada'ini tentang perbedaan antar manuskrip dan pengumpulan al Qur'an

• Perbedaan Manuskrip antara Penduduk Syria, Hijaz dan Iraq, karya Ibn Amir al Yashubi

• Buku karya Muhammad ibn `Abd Al-Rahman al-Isbahani tentang perbedaan manuskrip



Fakta dimana penambahan huruf hidup dan titik diakritis berbeda-beda antar kota MEMATAHKAN ARGUMEN BAHWA AL-QUR'AN TELAH DIHAFALKAN DENGAN SEMPURNA. Bahkan setelah dibantu dengan tulisan dasarnya, hafalan masing-masing kota ternyata berbeda-beda.



• PENULISAN ULANG DI KAIRO 1923/1924

Upaya terakhir untuk menstandarisasi Al-Qur'an dilakukan di Kairo Mesir ditahun 1923/1924. Satu catatan yang unik adalah mushaf Kairo 1924 ini TIDAK DISUSUN DARI NASKAH KUNO YANG MANAPUN, melainkan DIKLAIM mendasarkan pada murni "HAFALAN".



Sumber :

The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle

www.submission. org/miracle/ writing.html



It was not until the year 1918 when the Muslim scholars, gathered in Cairo, Egypt, and decided to write a standardized edition of the Quran that avoids all the obvious scribes' errors in different editions of the Quran floating in the world and to standardize the numbering f the suras and verses of the Quran. In 1924, they produced the edition of the Quran that later became the standard edition around the world. They depended mainly on the oral transmission of the Quran to correct all the contradiction seen in the different Rasm (Orthography) and numbering of different Qurans



Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR'AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR'AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru'an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur'an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia. MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR'AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR'AN YANG BERBEDA-BEDA.



Ini sangat serius karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur'an sebelum 1923/1924 adalah SALAH. Salah satu contohnya adalah :



Sumber : http://www.understa nding-islam. com/related/ history.asp



5. The Extant Samarkand Codex at Tashkent

Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by `Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since IT IS DIFFERENT FROM THE CODEX WE HAVE IN OUR HANDS TODAY.



Banyak pakar muslim mempercayai bahwa kodek Samarkand yang disimpan di perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dikumpulkan oleh Usman. Pemeriksaan cermat terhadap teks mushaf ini membuktikan bahwa mushaf ini bukan mushaf asli Usman karena MUSHAF INI BERBEDA DENGAN KODEKS YANG KITA MULIKI SAAT INI.



Jadi klaim muslim bahwa Al-Qur'an selalu sama tidaklah berdasar. Keseragaman teks dan isi Al-Qur'an baru dicapai setelah tahun 1924 dengan diterbitkannya KARANGAN AL-QUR'AN YANG BARU OLEH ULAMA-ULAMA MUSLIM. HASIL KARYA TAHUN 1924 INILAH YANG KEMUDIAN DIKLAIM SAMA DENGAN YANG DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW.



2. BUKTI INTERNAL : QUR'AN MENGKLAIM SEBAGAI KALIMAT ALLAH



Argumen bahwa sebuah buku yang mengaku berasal dari Allah adalah cukup sebagai bukti adalah tidak berdasar. Banyak penulis yang akan mampu melakukannya dan membuat klaim yang serupa. Lagipula dalam Qur'an ada bukti ayat yang mengindikasikan bahwa Qur'an bukanlah kalimat Allah :



Contoh kesatu :

QS 27 : 91 : AKU HANYA DIPERINTAHKAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN NEGERI INI (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya- lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.



Jika Allah yang berbicara, maka siapa lagi Tuhan yang dilayaniNya? Jika ayat diatas adalah kalimat malaikat atau Muhammad maka Qur'an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.



Contoh kedua :

QS 19 : 64 : DAN TIDAKLAH KAMI (JIBRIL) TURUN, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya- lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.



Terjemahan ditambah kata yang tidak ada yaitu jibril. Jika Allah yang berbicara, maka SIAPA LAGI TUHAN YANG MEMERINTAHKAN ALLAH SWT UNTUK TURUN? Atau jika memang itu kalimat Jibril, maka Qur'an tidak dapat dianggap 100% kalimat Allah.



Contoh ketiga :

QS 113 : 1: Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh"

QS 114 : 1 : Katakanlah : "Aku berlindung kepada Tuhan manusia"



Jelas kalimat diatas bukanlah kalimat Allah, sehingga oleh editor Al-Qur'an harus ditambahkan KATAKANLAH. Itulah sebabnya ABDULLAH IBN MASUD TIDAK MEMASUKKAN SURAH 113 DAN 114 dengan alasan bahwa sura tersebut berisikan doa yang diucapkan manusia kepada Allah, bukan kalimat Allah yang ditujukan kepada manusia, bahkan dengan penambahan "Katakanlah" sekalipun.



Contoh keempat :

QS 69 : 40 : Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA) Rasul yang mulia



Kalimat "ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA" tidak ada dalam Al-Qur'an.



Jadi QS 69 : 40 seharusnya berbunyi :

Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah benar-benar WAHYU RASUL yang mulia



3. KEJUJURAN DAN INTEGRITAS PENERIMA WAHYU



Bahkan sebelum menjadi nabi, Muhammad telah dipanggil al-amin (Terpuji, Terpercaya dll) karena kejujurannya. Untuk membuktikan integritas Muhammad SAW, muslim sering mengkutip ayat-ayat qur'an dimana Muhammad SAW memohon ampun atas dosa-dosanya. Jika qur'an adalah karangannya, mengapa menggambarkan dirinya sebagai manusia berdosa? Kenapa tidak memuliakan dirinya sendiri seperti orang kristen memuliakan Yesus? Menurut muslim, inilah bukti kebenaran wahyu yang diterima Muhammad SAW dari Allah, dengan mengesampingkan apakah wahyu tersebut menguntungkan atau tidak.



Lagi, argumen yang digunakan tidak tepat karena ini berarti harus menerima seluruh klaim pemimpin dan pendiri agama yang jujur yang mengakui kelemahan manusiawinya. Hal ini mengakibatkan seluruh agama / aliran kepercayaan menjadi memiliki klaim sebagai berasal dari Allah dan berarti benar.



Yang lebih penting lagi, jika argumen ini diterima, berarti muslim harus menerima kebenaran Alkitab dan INTEGRITAS DAN KEJUJURAN ORANG-ORANG YAHUDI KARENA DALAM ALKITAB PENULIS-PENULISNYA MENGGAMBARKAN BEGITU BANYAK SISI-SISI NEGATIF ORANG-ORANG YAHUDI. Tidak masuk akal jika orang-orang Yahudi yang telah mengubah Alkitab ternyata tidak mengubah tulisan-tulisan yang negatif tentang nabi-nabi, raja-raja mereka dan tentang kaum Yahudi sendiri. BAHWA ALKITAB MEMUAT HAL-HAL YANG NEGATIF TENTANG ORANG-ORANG YAHUDI, MEMBUKTIKAN BAHWA ORANG-ORANG YAHUDI SANGAT JUJUR DALAM MENJAGA KEBENARAN ALKITAB KATA DEMI KATA.



Lebih lanjut, ada bukti-bukti dalam qur'an dan hadis yang menyebutkan motif penurunan ayat-ayat dan menunjukkan betapa "integritas" Muhammad SAW dalam hal ini :



• Ketika Muhammad SAW menginginkan istri anak angkatnya, sim salabim, muncullah ayat yang mengenakkan Muhammad SAW :

QS 33 : 37 :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni'mat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. MAKA TATKALA ZAID TELAH MENGAKHIRI KEPERLUAN TERHADAP ISTRINYA (MENCERAIKANNYA) , KAMI KAWINKAN KAMU DENGAN DIA [1220] supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya [1221]. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.



• Ketika Muhammad SAW menginginkan menambah jumlah istrinya, tahu-tahu turunlah wahyu yang selaras dengan keinginannya bahkan sepupunyapun dan semua wanita yang menyerahkan diri kepada Muhammad SAW boleh diperistri.

QS 33 : 50 :

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI BAPAKMU, ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA PEREMPUAN BAPAKMU, ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA LAKI-LAKI IBUMU DAN ANAK-ANAK PEREMPUAN DARI SAUDARA PEREMPUAN IBUMU yang turut hijrah bersama kamu dan PEREMPUAN MU'MIN YANG MENYERAHKAN DIRINYA kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min.



• Dilain kesempatan, wahyu turun membebaskan Muhammad SAW dari sumpah yang dibuatnya terhadap Hafsah saat Hafsah menjumpai Muhammad SAW "tidur" dengan Mary di rumah Hafsah diluar jadual keadilan. Muhammad SAW bersumpah tidak akan menjumpai Mary lagi jika Hafsah tidak membeberkan aib ini. Namun apa lacur, Hafsah menceritakan kejadian ini kepada Aisah yang kemudian mempertanyakannya kepada Muhammad SAW. Maka turunlah wahyu QS 66 : 1 – 3 yang membebaskan Muhammad SAW dari sumpahnya dan memberikan kebebasan kepada Muhammad SAW untuk mengunjungi istri-istrinya sesuai keinginannya.



QS 66 : 1 : Hai Nabi, MENGAPA KAMU MENGHARAMKAN APA YANG ALLAH HALALKAN BAGIMU; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1486].



QS 66 : 2 : Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian MEMBEBASKAN DIRI DARI SUMPAHMU [1487] dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.



QS 66 : 3 : Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."



Umumnya komentator muslim menolak kisah ini karena tidak sesuai dengan "kesucian" Muhammad SAW. Namun apapun alasannya, ayat-ayat ini telah "menyelamatkan" muka Muhammad SAW dari situasi yang sulit dan memalukan. Kita bisa bertanya, apa manfaat dari ayat-ayat diatas selain daripada menyelamatkan muka Muhammad SAW saat beliau membutuhkannya? Apakah kita harus menyimpulkan bahwa ayat-ayat ini telah tertulis di surga bahkan sebelum penciptaan dunia?



• Dalam perjanjian Hudaibiya, MUHAMMAD SAW SETUJU UNTUK MENGEMBALIKAN ORANG-ORANG MEKAH YANG TELAH MENJADI ISLAM KEPADA PIHAK MEKAH dan setuju mengubah statusnya dalam perjanjian dari Muhammad, Rasul Allah menjadi Muhammad, anak Abdullah sebagai ganti dimana Muhammad SAW dan pengikutnya diperbolehkan melakukan ibadah haji ke Mekah pada tahun berikutnya. Salah satu yang dikembalikan kepada pihak Mekah adalah Abu Jandal. Kita bisa membaca kisah ini dalam Sirat Rasul Allah (edisi Inggris) hal 505 dan Bukhari volume 3 no. 891.



Atau sumber berikut :

Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah

Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury

Robbani Press, halaman 500



Abu Jandalpun berteriak sekeras-kerasnya, "Wahai kaum muslimin, apakah aku dikembalikan kepada orang-orang musyrik yang akan menyiksaku karena agamaku?"



Sebagai perbandingan, mungkinkah Musa memiliki pemikiran seperti ini, mengembalikan pengikutnya kepada Firaun sebagai ganti untuk tuntutan Musa? Apakah Yesus pernah mengkompromikan kebenaran dengan menyetujui keinginan Parisi agar mengembalikan pengikut-pengikut Yesus dengan imbalan mendapatkan posisi keagamaan?.

Terhadap perjanjian Hudaibiya tersebut, Umar dan banyak muslim sangat marah Kemarahan muslim dapat dimengerti karena Muhammad menjanjikan ibadah haji pada tahun tersebut. Ketika hal ini tidak terealisir, Muhammad SAW mengatakan, "Apakah aku mengatakan bahwa kita akan ke Kabah tahun ini?" Alasan ini jelas dicari-cari karena saat itu kaum muslim tengah dalam perjalanan menuju Mekah saat mereka ditolak oleh penyembah berhala Mekah.



Makanya untuk mengobati kemarahan pengikut-pengikutny a Muhammad SAWpun memerintahkan untuk menghancurkan Yahudi Khaibar dan merampas seluruh kekayaan mereka sebagai kompensasinya.



Dari contoh-contoh diatas kita bisa melihat bagaimana "integritas" Muhammad SAW.



4. TANTANGAN UNTUK MEMBUAT YANG SERUPA AYAT QUR'AN



Tantangan ini tidak jelas kriterianya. Apa dasar penilaiannya?

Apa susahnya membuat ayat-ayat yang serupa Al-Qur'an :



Contoh kesatu :



Demi cahaya menyala-nyala

Sesungguhnya Aku berkata

Kami tidaklah mengutusnya

Dia utusan iblis Hira

Mengujinya berbugil ria.

Tuhan agar mengampuninya



Sudah ada gaya bersumpah ala Allah SWT

Sudah ada pemakaian Aku, Kami dan Tuhannya secara membingungkan

Seluruh ayat terdiri dari 9 suku kata

Terdiri dari 19 kata sesuai dengan klaim keajaiban angka 19

Memiliki rima berakhiran a

Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia

Tentang test jibril dengan bugil dapat dibaca di Test Jibril dengan Telanjang ala Muhammad



Atau contoh kedua :



Ingatlah bagaimana babi diciptakan

Dari tetes mani yang memang kelihatan

Terjatuh dalam rongga yang Kami amankan

Sayang terlahir sudah harus diharamkan

Namun Tuhannya bersumpah meyediakan

Babi panggang enak dihari kebangkitan

Disantap bersama anggur yang memabukkan



Sudah ada gaya disuruh mengingat-ingat

Sudah ada keajaiban embriologi ala pengetahuan primitive

Sudah ada kata Kami dan Tuhannya dengan membingungkan

Sudah ada paradoks haram didunia, halal di syurga

Terdiri dari total 91 suku kata, jika dibaca dari kanan ke kiri seperti tulisan Arab berarti 19, memenuhi keajaiban angka 19

Memiliki rima berakhiran kan

Keindahannya hanya dapat dinikmati dalam bahasa Indonesia



Kesulitan satu-satunya dalam membuat buku seperti Al-Qur'an adalah ketidakmampuan manusia untuk mengarang dengan urutan yang tidak runtut seperti cerita-cerita Al-Qur'an. Setiap orang sejak duduk dibangku Sekolah Dasar sudah diajarkan mengarang dengan runtut waktu dan runtut peristiwa, sehingga tidaklah memungkinkan bagi mereka untuk mengarang dengan urutan yang kacau balau.



Mengatakan bahwa qur'an adalah sebuah buku hasil karya yang luar biasa sehingga dikatakan wahyu Allah adalah tidak masuk akal. Ini menjadikan hasil karya Shakespeare atau epik Gilgamesh adalah wahyu Allah juga. Ini menjadikan penulis Yunani yang buta yaitu Homer juga seorang nabi karena mampu menghasilkan 2 buku yang luar biasa yaitu Illiad dan Odessy. Karya-karya penulis diatas telah teruji oleh waktu dan terus dibaca orang hingga sekarang, namun toh tidak menjadikan Homer atau Shakespeare nabi.

Persoalan lain adalah pendapat muslim bahwa keindahan dan keistimewaan qur'an terletak dalam bahasa Arabnya dan tidak dapat dinikmati dalam bahasa lainnya. Jadi Allah telah mewahyukan qur'an dimana keajaibannya hanya dapat dinilai dari bahasa Arabnya saja, membatasi kemampuan Allah dalam mengekspresikan kehendakNya hanya dalam bahasa Arab, bahasa yang justru tidak dimengerti oleh sebagian besar penduduk dunia. Sungguh jauh dari keajaiban.





5. TIDAK ADA KONTRADIKSI INTERNAL.

Beberapa kontradiksi internal dalam qur'an dapat dengan mudah ditemukan. Contohnya :



• Kesatu : Berapa hari penciptaan

Bumi dan langit diciptakan dalam 6 masa

QS 7 : 54 : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam ENAM MASA, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan- Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang

QS 10 : 3 :Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam ENAM MASA, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan



QS 41 : 9 – 12 : dalam 8 masa (2 + 4 + 2)

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam DUA MASA ………Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam EMPAT MASA. …… Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam DUA MASA.



• Kedua : Urutan penciptaan bumi dan langit

Bumi diciptakan dahulu, baru langit.

QS 41 : 10 – 11 : Dan Dia MENCIPTAKAN DIBUMI itu gunung-gunung ……

KEMUDIAN DIA MENUJU KEPADA PENCIPTAAN LANGIT dan langit masih merupakan asap ….



Berkontradiksi dengan :

Langit diciptakan dahulu, baru bumi.

QS 79 : 29 – 30 : Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan BUMI SESUDAH ITU DIHAMPARKANNYA.



Berkontradiksi dengan :

Diciptakan bersama-sama

QS 21 : 30 – 31 : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya LANGIT DAN BUMI ITU KEDUANYA DAHULU ADALAH SUATU YANG PADU, kemudian Kami pisahkan



• Ketiga : Berapa malaikat yang berbicara kepada Maria

QS 3 : 42 dan 45, menyebutkan "the ANGELS said" (jamak, minimal 2 malaikat)

QS 19 : 17 – 18, menyebutkan, "We sent to her our ANGEL (tunggal) and HE (tunggal) appeared before her as A MAN (tunggal)…"

• Keempat : Kadar hari Allah

QS 32 : 5 : satu hari = 1000 tahun

QS 70 : 4 : satu hari = 50.000 tahun



• Kelima : Siapa yang dapat diselamatkan

QS 5 : 69 : Sesungguhnya orang-orang MU'MIN, ORANG-ORANG YAHUDI, SHABIIN DAN ORANG-ORANG NASRANI, siapa saja [431] (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.



QS 3 : 85 : Barangsiapa mencari agama SELAIN AGAMA ISLAM, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.



• Keenam : Allah sebagai pencipta pendosa

Menarik karena ternyata Allah memang menciptakan banyak manusia untuk dimasukkan dalam neraka. Bagaimana mungkin Allah bisa berbuat demikian. Satu ketidakadilan yang luar biasa.



QS 11 : 119 : kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANAM DENGAN JIN DAN MANUSIA (yang durhaka) semuanya.



QS 32 : 13 : Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: "Sesungguhnya akan AKU PENUHI NERAKA JAHANNAM ITU DENGAN JIN DAN MANUSIA bersama-sama. "



QS 7 : 179 : Dan sesungguhnya KAMI JADIKAN UNTUK (ISI NERAKA JAHANNAM) KEBANYAKAN DARI JIN DAN MANUSIA,



Sungguh berbeda dengan pengajaran Kristen dimana neraka diciptakan memang bagi setan, bukan diciptakan bagi manusia.

Mat 25 : 34, 41 : … "Mari kamu yang diberkati bapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan" …… "… enyahlah kedalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatny a….."



6. KETEPATAN NUBUATAN

Klaim bahwa qur'an mengandung puluhan ramalan hanya berdasar impian belaka karena "ramalan-ramalan" tersebut tidak meyakinkan jika dibaca sesuai konteks kalimatnya. Satu-satu ramalan yang "meyakinkan" adalah QS 30 : 2 – 4 yang berbunyi

QS 30 : 2 – 4:

Telah dikalahkan bangsa Rumawi [1162], di negeri yang terdekat [1163] dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang [1164] dalam beberapa tahun lagi [1165]. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,



Ramalan menyatakan bangsa Romawi akan menang terhadap Persia sekalipun pada pertempuran awalnya mengalami kekalahan. Tetapi ada beberapa masalah disini :

• Menurut Yusuf Ali kata yang diterjemahkan sebagai beberapa tahun, "Bidh'un" mengindikasikan waktu 3 – 9 tahun. Sementara menurut sejarah Persia mengalahkan Romawi tahun 614 M atau 615 M, penyerangan balik oleh Romawi dimulai 622 M, kemenangan diraih pada 625 M, menjadikan periode 10 – 12 tahun.

• Teks qur'an yang asli tanpa huruf hidup. Jadi kata Arab SAYAGHLIBUNA, "MEREKA AKAN MENGALAHKAN" DAPAT DENGAN MUDAH DISESUAIKAN DENGAN PERUBAHAN 2 HURUF HIDUP MENJADI SAYUGHLABUNA, YANG BERARTI "MEREKA AKAN DIKALAHKAN". Karena penambahan huruf hidup baru dilakukan beberapa puluh tahun setelah kejadian ini maka sangat mungkin itu dilakukan untuk menjadikan ayat diatas seolah-olah adalah suatu nubuatan.

• Bagaimanapun juga, "nubuatan" tersebut "digenapi" PADA SAAT QUR'AN BELUM DIBAKUKAN DAN DIBUKUKAN. Bagaimana ini bisa dikatakan nubuatan?.

• Romawi pada waktu itu sudah menjadi kerajaan Kristen. Kalau Kristen sudah dikafirkan, kenapa kaum beriman (muslim) harus BERGEMBIRA DI HARI KEMENANGAN KAUM KAFIR TERSEBUT??



7. TIDAK ADA KESALAHAN SEJARAH DAN ILMU PENGETAHUAN

Kita bisa melihat banyak kesalahan dalam qur'an, baik sejarah maupun pengetahuan.



• Kesatu : Zulkarnain

QS 18 : 83 – 98 menyebutkan seorang tokoh Zul-Qarnayn yang adalah muslim. Menurut tokoh Islam Ibn Hisham dan Al-Tabari Zul-Qarnayn adalah Aleksander Agung. Ironisnys, Aleksander Agung adalah seorang polytheis



• Kedua : Matahari terbenam dalam Lumpur

Dalam surah yang sama disebutkan matahari terbenam di lumpur. Sementara dalam QS 36 : 38 dan Bukhari vol 2 hal 743 disebutkan matahari bergerak. Kesimpulannya matahari bergerak hingga terbenam dalam lumpur.



• Ketiga : Orang Samaria dijaman Musa

QS 20 : 87, 94 menyebutkan orang Samiri (Samaritan) yang membuat patung anak lembu pada jaman Musa. Padahal kaum Samiri (Samaritan) baru muncul sekitar 600 tahun kemudian setelah kerajaan Israel terpecah 2 sekitar 931 SM menjadi Yehuda di selatan dan Israel di Utara. Oleh raja Omri dari Israel Utara sekitar tahun 879 SM dibangunlah ibu kota baru yaitu kota Samaria yang kemudian memunculkan sebutan orang-orang Samaria.



• Keempat : Penyaliban dijaman Musa

QS 7 : 124 Firaun mengancam dengan hukuman penyaliban. Padahal penyaliban tidak dikenal oleh orang-orang Mesir dan baru dipraktekkan sekitar abad ke 6 SM oleh orang Persia dan dipopulerkan oleh orang Romawi mulai abad ke 3 SM. Penyaliban di Mesir baru ada di abad ke 2 SM (1200 tahun setelah Musa) setelah Mesir jatuh ke tangan Romawi.



• Kelima : Nimrod dan Abraham

QS 21 : 68 – 69 menyebutkan Abraham dilemparkan dalam nyala api. Menurut tradisi muslim dilakukan oleh Nimrod raja Shinar (Babel), baca juga Kej 10 : 8 – 11. Padahal Nimrod hidup 7 generasi sebelum Abraham.



• Keenam : Masjidil Aqsa dijaman Muhammad SAW

QS 17 : 1 menyebutkan Muhammad dibawa ke Masjid al Aqsa (Bait Allah). Persoalannya Bait Allah sudah dihancurkan pasukan Titus pada tahun 70 M. Sementara Masjid al Aqsa baru dibangun tahun 691 M dibawah pengawasan Amir Abdul Malik. Ini jelas mengindikasikan bahwa Al-Qur'an ditulis ulang setelah tahun ini dan menjelaskan kenapa tidak ada satupun mushaf asli Usman yang selamat.



• Ketujuh : Maryam ibu Yesus saudara perempuan Harun

Yang paling parah adalah penyebutan Maryam ibu Yesus sebagai saudara perempuan Harun dan anak kandung Imran (S. 3:35; S. 19:28; S. 20:25-30; S. 66:12). Allah SWT mengira bahwa Miryam saudara perempuan Musa dan Harun yang adalah anak Amram adalah sama dengan Maryam ibu Yesus. Padahal antar keduanya ada beda waktu 1400 tahun. Kesalahan ini menjadikan Yesus adalah KEPONAKAN MUSA. Makanya oleh Allah SWT dikira hukuman salib sudah ada dijaman Musa.



• Kedelapan : Tujuh langit dan posisi bulan dan bintang.

QS 71 : 15 – 16 :

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?



Ayat ini sendiri sudah bermasalah, BAGAIMANA MUNGKIN MANUSIA BISA MEMPERHATIKAN ALLAH SWT MENCIPTAKAN 7 LANGIT. Satu pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan karena waktu Allah SWT konon menciptakan langit kan BELUM ADA MANUSIA. Menurut ayat ini, matahari dan bulan diciptakan diantara ke 7 langit tersebut.



Terjemahan bahasa Indonesia sengaja membuat KESALAHAN. Kita lihat perbandingan dengan terjamahan Yusuf Ali :

QS 71 : 15 – 16 :

Do you not see how God has created the seven heavens

one above the other, and made THE MOON A LIGHT IN THEIR

MIDST (TERJ : DITENGAH-TENGAH 7 LANGIT) , and made the sun as a lamp?



Kenapa harus ada KESALAHAN TERJEMAHAN, karena :

QS 37 : 6 :

Sesungguhnya Kami telah menghias LANGIT YANG TERDEKAT dengan hiasan, yaitu BINTANG-BINTANG,



Jadi menurut Al-Qur'an, bintang-bintang (dilangit terdekat) LEBIH DEKAT ke bumi dibandingkan bulan (dilangit ke 4). Satu kesalahan astronomi yang sangat parah.



• Kesembilan : Langit adalah atap

QS 2 : 22 : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap



Pemahaman atap ini adalah SEPERTI ATAP TENDA yang terbuat dari sesuatu yang solid dan tidak retak.

QS 50 : 6 :

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu TIDAK MEMPUNYAI RETAK-RETAK SEDIKITPUN ?



• Kesepuluh : Asal susu sapi

Menurut Al-Quran, susu sapi tercipta dari antara DARAH DAN TAHI. Menjijikkan.

QS 16 : 66 :

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) SUSU YANG BERSIH ANTARA TAHI DAN DARAH, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.



Bandingkan dengan terjemahan berikut :

"... between EXCRETIONS AND BLOOD ..." Yusuf Ali

"... from betwixt the FECES AND THE BLOOD ..." M. M. Ali-

"... from between EXCRETIONS AND BLOOD ..." M. Taqi-ud Din Al-Hillali - M. Muhsin Khan



• Kesebelas : Yahudi dirubah menjadi monyet dan babi.

QS 2 : 65 :

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu [59], lalu Kami berfirman kepada mereka: "JADILAH KAMU KERA [60] YANG HINA".

QS 5 : 60 :

Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang DIJADIKAN KERA DAN BABI [424]



Kapan dalam catatan sejarah terjadi peristiwa ini??.



• Keduabelas : Yesus sudah meninggal atau belum

Dalam QS 19 : 33 dikatakan Yesus berkata

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari AKU DILAHIRKAN, PADA HARI AKU MENINGGAL DAN PADA HARI AKU DIBANGKITKAN hidup kembali".



Penafsiran muslim yang dipaksakan adalah bahwa kematian dan kebangkitan Yesus mengcau pada kedatangan keduanya dimana beliau akan hidup 40 tahun, meninggal dan dibangkitkan. Menurut muslim, Yesus tidak disalibkan melainkan menurut QS 4 : 157 – 159 diangkat hidup-hidup ke surga.

Namun TAFSIR MUSLIM BERUBAH 180 DERAJAT pada saat menafsirkan KALIMAT YANG SAMA TENTANG NABI YAHYA dalam QS 19 : 15 : "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Dipercaya bahwa nabi Yahya telah meninggal dan akan dibangkitkan kemudian.



Selain itu dalam QS 19 : 31 dikatakan : "dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) ZAKAT SELAMA AKU HIDUP



Jika Yesus belum meninggal, berarti beliau masih harus terus membayar zakat. DAN KEPADA SIAPA ZAKAT ITU DIBAYARKAN YESUS DI SURGA SELAMA SEKITAR 2000 TAHUN INI??



Itulah sebabnya Yusuf Alipun kebingungan saat menafsirkan ayat QS 19 : 33, dan memberikan catatan :

(Ali, The Holy Quran, hal.774, f. 2485)

Christ was not crucified (iv 157). But those who believe that he never died should ponder over this verse.



Kristus tidaklah disalibkan (iv 157). NAMUN MEREKA YANG PERCAYA BAHWA BELIAU TIDAK PERNAH MENIGGAL HARUS MEMPERTIMBANGKAN AYAT INI.



Lebih menarik lagi ketika membaca ayat berikut :

QS. 3 : 144 :

Terjemahan Muhammad Asad

"And Muhammad is only an Apostle; ALL THE [OTHER] APOSTLES HAVE passed away before him..."

Terjemahan Maulvi Sher Ali

"verily ALL MESSENGERS HAVE PASSED AWAY before him."

Terjemahan Maulani Muhammad Ali

"messengers have already passed away before him."



Sementara terjemahan Indonesia agak diselewengkan dengan menyatakan :

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh TELAH BERLALU SEBELUMNYA BEBERAPA ORANG RASUL [234]



Kata Arabnya adalah al-russul, yang terjemahannya adalah the messengers, yang berarti tertentu dan jamak, mengindikasikan semua rasul sesuai terjemahan Muhammad Asad dan Maulvi Sher Ali.



Maulani Muhammad Ali (seorang Ahmadiyah) menuliskan :

Ali, Holy Quran [Ahmadiyya Anjuman Isha'at Islam Lahore, inc. U.S.A., 1995], hal 168-169, f. 496)

"... This verse affords a conclusive proof that Jesus Christ was also dead..."

"… AYAT INI MEMBERIKAN BUKTI KONKLUSIF BAHWA YESUS KRISTUS JUGA MENINGGAL …"





8. PENGAMBARAN YANG TEPAT DARI EMBRIOLOGI



Bukti terakhir adalah tentang dituliskannya tahapan embriologi dalam qur'an yang tidak mungkin diketahui pada abad ke 6 M yang disinggung oleh Keith Moore dan Maurice Buchaille.



Buku karya Keith Moore yang berjudul The Developing Human, edisi ke 3 dicetak dalam 2 versi. Versi standard yang digunakan di dunia barat, dan versi Islam yang digunakan dibeberapa negara Islam. Dengan membandingkan kedua versi tersebut, terlihat bahwa Keith Moore sendiri tidak yakin dengan "penemuan ilmiah" dalam qur'an yang akan dapat membahayakan reputasinya sebagai akademisi di dunia barat.



Sebagai contoh :

Pertama :

QS 23 : 14

"Kemudian KAMI menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu KAMI jadikan segumpal daging …..



Ini jelas salah, karena tidak pernah ada periode dimana sperma atau sel telur yang telah dibuahi oleh sperma berubah menjadi segumpal darah.

Uniknya KESALAHAN INI JUGA DISADARI OLEH BUCHAILLE, yang dalam bukunya menyebutkan :



Bucaille, Bible, Quran and Science, halaman .200

The majority of translations describe, for example, man's formation from a 'blood clot' or an 'adhesion.' A statement of this kind is totally unacceptable to scientists specializing in this field.."



Mayoritas terjemahan menuliskan, sebagai contoh, manusia dibentuk dari "segumpal darah" atau "gumpalan". STATEMEN SEPERTI INI JELAS TIDAK BISA DITERIMA OLEH ILMUWA-ILMUWAN YANG SPESIAL DIBIDANG INI.



Oleh karenanya, BUCHAILLE DENGAN SENGAJA TELAH MENGUSULKAN TERJEMAHAN YANG SALAH YAITU "SESUATU YANG MENEMPEL DI GUMPALAN" yang mengindikasikan fetus menempel di uterus melalui placenta. (halaman 186 – 187)



Ide bahwa manusia berkembang dari gumpalan darah BERASAL DARI ARISTOTELES (322 SM – 384 SM), yang mempercayai bahwa manusia berasal dari sperma yang jatuh ke darah menstruasi wanita. Pandangan inilah yang kemudian diambil oleh Al-Qur'an karena hal inilah yang KELIHATAN OLEH MATA. Wanita setiap bulannya akan mengeluarkan darah mensutruasi sehingga pemikiran Allah SWT / Muhammad SAW menyimpulkan kemudian bahwa manusia berasal dari segumpal darah. Pandangan ini jelas salah. Tidak ada fasenya dimana sperma yang telah membuahi sel telur berubah menjadi segumpal darah. Kejadian ini hanya mungkin terjadi dalam KONDISI JANIN TIDAK BERKEMBANG. Jadi EMBRIO YANG TIDAK BERKEMBANG BERUBAH MENJADI GUMPALAN DARAH. Karena Muhammad memiliki banyak istri, sangat mungkin ada diantara istri-istrinya yang keguguran dan dari pengamatan dari rahim sang istri akan keluarlah gumpalan darah yang adalah embrio yang tidak berkembang.



Kedua :

QS 23 : 14

"Kemudian KAMI menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu KAMI jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu KAMI jadikan tulang-tulang, maka KAMI liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian KAMI menjadikannya satu bentuk yg lain. MAHASUCI ALLAH, sebaik-baik PENCIPTA"



Jadi menurut Al-Qur'an :

Air mani – segumpal darah – segumpal daging – diubah menjadi tulang – meliputi tulang dengan daging – diciptakan bentuk lainnya.



Menurut Prof Keith Moore dalam edisi standardnya, jaringan dimana tulang berasal yaitu mesoderm, adalah jaringan yang sama yang menghasilkan otot dan daging. Jadi tulang dan daging berkembang bersama-sama, bukan tulang dulu baru daging seperti pandangan al-Qur'an. Lagipula pandangan bahwa TULANG DILIPUTI DAGING BERASAL DARI ILMUWAN YUNANI YAITU GALEN DARI PERGAMUS (129 M – 216 M)



Sumber Encyclopaedica Britannica 2003 :

Hingga tahun 500 M hasil karyanya diajarkan dan dirangkum di Alexandria, dan teorinya telah dikutip dibuku-buku medical di Byzantium. Manuskrip Yunaninya dikoleksi dan diterjemahkan dalam bahasa Arab sekitar tahun 850 M oleh Hunayn ibn Ishaq ……



Pengetahuan ini tidaklah istimewa, karena orang-orang kuno juga membuat patung-patung manusia atau binatang dengan teknik yang sama yaitu membuat rangka dengan rangkaian batang kemudian membungkusnya dengan lumpur atau tanah liat. Pengetahuan yang jauh dari ilmiah, melainkan lebih menggambarkan pandangan kuno yang salah.



Ketiga :

Quran 86:5-7

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.



Jadi menurut Al Quran air mani itu dipancarkan dari antara tulang rusuk dan tulang dada. Padahal kita semua tahu bahwa sel mani di produksi di testis yang jaraknya cukup jauh dari kedua tulang yang dimaksud.



Uniknya pandangan ini tampaknya dicontek dari PENGAJARAN HIPPOCRATES di abad 5 SM (1100 tahun sebelum Muhammad SAW)



Sumber :

Hippocratic Writings

Penguin Classics, 1983, halaman 317-8

"sperma dihasilkan dari semua cairan dalam tubuh, disebarkan dari otak melalui sumsum tulang belakang kemudian melalui ginjal hingga testikel dan organ pria.



Keempat :

Tidak disebutkan sama sekali peran dari sel telur wanita. Jadi Al-Qur'an hanya dapat menuliskan air mani karena itu kelihatan mata. SEMENTARA YANG TIDAK KELIHATAN MATA TIDAK DIKETAHUI.

Apakah manusia hanya tercipta dari air mani saja? Dimanakah sel telur dan peran perempuan?



Itulah sebabnya versi "Islam" dari bukunya bahkan TIDAK TERSEDIA DI BRITISH LIBRARY, US LIBRARY DAN DI PERPUSTAKAAN- PERPUSTAKAAN DINEGARA MAJU LAINNYA. Kenapa??? Karena Keith Moore sadar bahwa penemuan ilmiah dalam qur'an itu bertentangan dengan pengetahuan yang umum, bahkan juga bertentangan dengan apa yang dia tulis di edisi standardnya.



Dalam bibliografi untuk bab 1 dalam bukunya, Keith Moore mencantumkan buku rujukan The History of Embryology karya J. Needham yang dikenal sebagai salah satu pakar embryology. Uniknya, J. Needham dalam buku tersebut sama sekali tidak terkesan dengan klaim embriologi qur'an. Setelah membahas embriologi yang dikenal dalam budaya kuno Yunani, India dan Mesir sebanyak 60 halaman, J. Needham hanya memberikan tidak lebih dari 1 halaman tentang embriologi qur'an dengan menyimpulkan :



Ilmu pengetahuan Arab, yang begitu sukses dengan ilmu astronominya, ternyata tidak banyak bermanfaat dalam bidang embriologi……….. hanyalah pengulangan dari apa yang diajarkan oleh Aristoteles dan Ayer-veda.

----------------------------------




Lima Fitnah Quran terhadap Kekristenan

Oleh: andre hasibuan
Al’quran menjelaskan sesuatu yang tidak dijelaskan dalam ajaran Kristen dan dalam Alkitab ( Taurat dan Injil ) tentang tritunggal.
Dalil tuduhan/fitnah yang diajarkan Muhammad kepada Umat Islam tentang hal itu adalah :

Pertama:

Surat Al Ikhlas 1-4, "Allah yang dituju untuk (meminta hajat). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (berbapa). Dan tidak ada satupun yang menyerupaiNya.

Penjelasan :
Dari ayat Al’quran ini berisi fitnah atau tuduhan kepada Umat Kristen dan Allah YME bahwa “ Allah itu beranak dan diperanakkan “.
Al’quran membantah bahwa Allah itu beranak dan Allah itu diperanakkan ……..Muhammad ( Dan Umat Islam ) menuduh bahwa Umat Kristen mengajarkan tentang keadaan Allah mereka yang “ditafsirkan “ beranak dan diperanakkan.

Apakah memang Umat Kristen mengajarkan “ Allah itu beranak dan diperanakkan …….?
Apakah Umat Islam dapat membuktikan dalil Alkitab bahwa didalam Alkitab terdapat pernyataan atau ajaran bahwa “ ALLAH TELAH MEMPERANAKKAN YESUS “ sehingga digambarkan Allah beranak dan buktikan apakah ada pernyataan Yesus dengan berkata “ AKULAH TUHAN YANG DIPERANAKKAN ALLAH “ untuk keselamatan manusia…..?
Jika Umat Islam tidak mampu membuktikannya……….berarti tuduhan ayat diatas adalah Fitnah belaka.

Kedua :

Al’quran telah menyatakan bahwa Isa dan Mariam adalah Tuhan…….!!!!

Surat Al Maida 116 - "Ingatlah ketika Allah berfirman; "Ya "Isa anak Maryam, adakah engkau katakan kepada manusia; Ambillah aku dan ibuku menjadi Tuhan, selain dari pada Allah.?""

Penjelasan:
Umat Kristen tidak pernah mengajarkan bahwa kedudukan Maria dan Tuhan adalah sama………..Walaupun dalam ayat selanjutnya diakui Isa tidak mengajarkan hal tsb tetapi dalam kenyataannya Umat Kristen pun tidak diajarkan dalam Taurat dan Injil tentang “ Mempertuhankan Maria “
Bagaimana Al’quran bisa menuduh dan memfirnah bahwa Maria itu diperlakukan sebagai Tuhan……..?
Dapatkan Umat islam membuktikan terdapat ayat dalam Alkitab bahwa umat Kristen mengajarkan Mariam itu sebagai Tuhan……………..?
Jika tidak mampu membuktikan maka dalil Al’quran yang melandasi ajaran Umat islam itu hanya berupa Fitnah Belaka.

Ketiga :
Dalam Al’quran menjelaskan bahwa Umat Kristen diajarkan bahwa Allah mereka ada 3 seperti tertulis dalam :

Surat Al Maidah 73 - "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah, (Tuhan) yang ketiga dari tiga. Padahal tak adalah Tuhan, kecuali Tuhan yang Esa."

Surat An Nisaa' 171. Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.


Penjelasan :
Pemahaman Muhammad dan pengikutnya tentang ajaran konsep ketuhanan dari pengikut Yesus sangatlah berbeda dengan pengertian yang Yesus ajarkan.
Allah dalam AlkitabNya tidak pernah mengajarkan bahwa “ ALLAH ITU TIGA “
Tidak ada konsep ajaran seperti itu. Pemahaman yang salah dalam mengartikan Bapa , Putra dan Roh Kudus tidak seperti yang diajarkan Islam tentang ketuhanan Umat Kristen. Ini adalah bukti tuduhan atau fitnah yang menghujat Allah.!!!!
Apakah Umat Islam dapat membuktikan bahwa ada ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa “ Allah itu tiga “ SEBAGAI LANDASAN KEIMANAN Umat Kristen, seperti yang dituduhkan dalam ayat Al’quran ini.

Jika Umat islam tidak mampu menunjukkan ajaran dan ayat Alkitab yang menyatakan “ ALLAH ITU TIGA “ maka dapat dipastikan bahwa Muhammad dan Islamnya telah menyebarkan Fitnah atau tuduhan palsu kepada Umat kristen dan kepada Allah…..?
Jika tidak mampu membuktikan maka dalil Al’quran yang melandasi ajaran Umat islam itu hanya berupa Fitnah Belaka.


Keempat :
Al’quan menjelaskan bahwa Umat Kristen mengajarkan bahwa dengan pemahaman bahwa Allah yang diajarkan mereka beranak dan diperanakkan maka secara otomatis Allah mempunyai Istri ataupun Ibu……………? Apakah umat Kristen dalam Alkitabnya mengajarkan demikian …..?
Apa yang dikatakan Al’quran tentang permasalahn ini ….:


Surat Al An"am 101 - "Yang menciptakan langit dan bumi. Bagaimanakah akan ada bagi-Nya anak, sedang Dia tidak mempunyai isteri?"
Penjelasan :
Ini satu lagi tuduhan bahwa Umat Kristen mengajarkan bahwa Allah mempunyai Istri karena ia memperanakkan Tuhan……………?
Dasar tuduhan Umat islam ini sangatlah fatal dan memberikan pemahaman yang salah tentang Allah YME yang disamakan dengan kelakuan manusia ( Beristri dan beranak ).
Umat kristen dalam ajarannya tidak pernah mengajarkan dan menerima konsep “ Allah itu beristri “ . Ajaran ini merupakan Fitnah Umat islam terhadap ajaran kristen .
Apakah umat islam dapat menunjukkan tuduhan itu benar dengan memberikan bukti Dalil Alkitab bahwa “ ALLAH ITU BERISTRI “ seperti yang dituduhkan dalam Surat Al An’am itu.
Jika tidak mampu membuktikan maka dalil Al’quran yang melandasi ajaran Umat islam itu hanya berupa Fitnah Belaka.

Kelima :

Al’quran mengajarkan bahwa Umat Kristen mempunyai Allah yang memiliki anak , karena konsep “ Anak Allah “ dalam ajaran kriten berdasarkan Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Diartikan berbeda dengan pemahaman Umat Kristen :

Beberapa pernyataan Al’quran yang menggambarkan bahwa Umat Kristen mengajarkan “ Allah memiliki anak “ yaitu :

Surat Al An’am :100. Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

Surat Yunus :68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak." Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

Penjelasan :
Pemahaman yang salah tergambar dalam kedua ayat Al’quran tentang definisi “ Anak Allah “ , mereka menggambarkan bahwa “ Anak Allah “ adalah anak yang Allah hasilkan akibat adanya hubungan antara suami ( Allah ) dan Istrinya ( Tuduhan Allah beistri ) dan menghasilkan seorang anak ( Tuduhan Allah beranak ).
Sebenarnya sudah banyak penjelasan yang dilakukan untuk mendefinisikan “ Anak Allah dalam pemahaman yang benar berdasarkan Alkitab yang diimani oleh Umat Kristen,
Dan Yesus sendiri tidak membantah ketika dirinya dituduh telah menghujat Allah dengan menyatakan dirinya ‘Anak Allah “

Lukas 22:70 Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah."

Jika Umat Islam tetap berkeyakinan bahwa ajaran Kristen memberikan pemahaman yang salah tentang arti “ Anak Allah “ maka dapatkah Umat islam memberikan bukti atas tuduhan itu…..?
Apakah dalil-dalil ayat dalam Al’quran yang memfitnah dan menuduh bahwa Umat Kristen mengajarkan hal yang tidak benar tsb menunjukkan ketidaktahuan mereka ataupun kebodohan mereka dalam memahami makna firman yang ada dalam Alkitab.

Umat Kristen akan membantah kelima tuduhan dari umat islam tentang ketuhanannya…..karena memang Alkitab tidak mengajarkan seperti yang dituduhkan Muhammad melalui Al’quran kepada pengikut Yesus.
Jika Umat islam tidak dapat memberikan dalil ayat yang menguatkan tuduhan tersebut……….maka dapat disimpulkan bahwa isi al’quran hanyalah Fitnah belaka yang tidak hanya ditujukan kepada Umat Kristen tetapi terhadap Allah YME.

 
At 2:44 PM, Blogger mencari kebenaran said...

berjuanglah saudaraku..

 

Post a Comment

<<Kembali ke posting terbaru

"Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur" (Harun Yahya)